Sejarah Pembangunan Candi Borobudur Lengkap dan Asal Usul

Siapa tidak kenal dengan Candi Borobudur? Candi Borobudur
adalah salah satu objek wisata yang sangat terkenal di Indonesia sekaligus
merupakan situs sejarah berupa candi terbesar yang ada di dunia. Namanya begitu
dikenal hingga ke manca negara. Bahkan candi ini telah ditetapkan sebagai situs
warisan dunia oleh UNESCO yang mendapatkan perlindungan hingga sekarang ini.
Selain sebagai objek wisata yang tak pernah luput dari
kunjungan wisatawan, Candi Borobudur juga digunakan sebagai monumen bagi Umat
Budha khususnya yang ada di Indonesia. Candi ini begitu karismatik hingga
banyak orang yang penasaran dengan keindahan arsitektur yang dimiliki. Namun di
samping keindahannya yang begitu memukau. Ternyata masih banyak di antara kita
yang belum tahu sejarah pembangunan candi Borobudur.
Sejarah Pembangunan Candi Borobudur
Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah. Dulunya candi ini pertama kali dibangun oleh seorang raja
bernama Samaratungga keturunan Dinasti Syailendra dari Kerajaan Mataram Kuno.
Menurut cerita yang ada dulunya lokasi ini hanyalah sebuah rawa kosong yang
begitu luas hingga berhektar-hektar. Namun yang menjadi misteri adalah candi
ini ditemukan dalam keadaan yang terkubur pada masa itu.
Banyak yang mengungkapkan jika candi ini dulunya adalah
sebuah bangunan kuil yang dikhususkan sebagai tempat beribadah para kaum Budha.
Namun karena fenomena alam letusan Gunung Merapi yang begitu dahsyat, maka
seluruh bangunan candi terkubur oleh lahar dingin yang melewatinya. Setelah
diselidiki ternyata dibalik tumpukan lahar tersebut terdapat sebuah bangunan
candi yang hingga saat ini menjadi salah satu situs warisan dunia yang begitu
dilindungi.
Sejarah Candi Borobudur
Menurut bukti sejarah yang ada, Candi Borobudur dibangun
pada abad ke 14 di zaman Dinasti Syailendra. Bangunan ini sangat erat
hubungannya dengan bangsa Hindu-Budha yang pada masa itu mendominasi seluruh
tanah Jawa. Setelah masa itu, dunia mulai mengetahui tentang keberadaan situs
ini lewat penemuan yang dilakukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun
1814. Ia adalah seorang Gubernur Jenderal Inggris atas kekuasaannya di tanah
Jawa.
Setelah penemuannya tersebut, bangunan Candi Borobudur mengalami
proses pemugaran yang dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama (1975 –
1982). Dan hingga saat ini bangunan candi telah dapat disaksikan dengan
keindahan arsitektur yang begitu khas dengan cerita sejarah pada masa silam.
Asal-Usul Candi Borobudur
Setelah proses pemugaran yang dilakukan, banyak peneliti
yang berdatangan guna menemukan bukti sejarah mengenai bangunan candi ini.
Tidak ada kepastian mengenai asal-usul nama Candi Borobudur. Namun menurut
penelitian yang ada, nama Candi Borobudur ditulis oleh Sir Thomas Raffles dalam
bukunya Sejarah Pulau Jawa. Di sisi lain belum ada yang menyebutkan tentang
nama candi tersebut sebelumnya.
Namun penemuan naskah Jawa Kuno berbentuk prasasti
memperkuat adanya bangunan candi yang merujuk ke Candi Borobudur yang bernama
Nagarakretagama. Di mana naskah tersebut ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365
SM. Yang mana pada naskah tersebut nama “Bore-Budur” disematkan, namun setelah
dilakukan penelitian Raffles telah mengubahnya menjadi “BoroBudur” dengan tata
bahasa yang lebih mudah.
Banyak sekali teori yang mencoba mengungkap nama asli dari
Candi Borobudur. Namun beberapa Arkeolog justru mengungkapkan jika nama “Budur”
berasal dari bahasa Bhudhara yang berarti gunung. Di mana bangunan ini
berbentuk lereng-lereng yang terletak di teras. Selain itu pendapat lain juga
menyebutkan, jika nama Candi Borobudur disematkan karena bangunan ini terletak
di Desa Borobudur. Alasan lain menyebutkan jika kebanyakan nama candi
didasarkan dari tempat berdirinya.
Sejarawan lain bernama J.G De Casparis juga mengungkapkan
tentang asal-usul nama Candi Borobudur dalam tugas disertasinya. Ia
mengungkapkan jika nama Borobudur berasal dari bahasa “Beduhur” yang berarti
vihara atau tempat pemujaan. Penelitian ini juga diperkuat dengan adanya
prasasti Karang tengah dan Tri Tepusan yang mengungkapkan nama candi yang sama.
Selain itu ia juga menyebutkan jika bangunan candi dibangun
sekitar tahun 824 M yang dilakukan oleh Raja Samaratungga dari Bangsa
Syailendara. Candi ini dibangun dengan kurun waktu hampir satu abad lamanya dan
baru selesai setelah tahta dipegang oleh Ratu Pramudawardhani yang merupakan
putri dari Raja Samaratungga.
Bangunan Candi Borobudur berbentuk seperti Punden dengan
tangga undak-undakan yang terdiri dari 10 tingkat. Tinggi candi ini mencapai 42
meter dengan luas 123 x 123 meter persegi. Selain itu, bangunan candi juga
dilengkapi dengan berbagai macam bentuk relief yang menceritakan masa kerajaan
Hindu-Budha pada masa itu. Hampir 1460 relief dapat kamu saksikan disana.
Selain relief dengan jumlah yang begitu banyak, candi ini
juga dilengkapi dengan beberapa stupa yang jumlahnya mencapai 504 buah. Di mana
6 tingkat yang paling bawah berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat di atasnya
berbentuk lingkaran, dan 1 tingkat tertinggi berbentuk stupa atau patung Budha
yang menghadap ke arah Barat.
Setiap lambang tersebut memiliki arti dan maksud tersendiri,
di mana menurut ajaran kaum Budhawis seseorang yang ingin mencapai puncak
kehidupannya maka harus melewati berbagai tingkatan. Selain itu juga terdapat
istilah-istilah lain dalam bentuk bangunan candi ini, seperti:
Kamadhatu (bagian dasar dari Candi Borobudur) yang
melambangkan sifat manusia yang memiliki hawa nafsu.
Rupadhatu (bagian empat tingkat di atasnya) yang
melambangkan sifat manusia yang mampu membebaskan dirinya dari hawa nafsu,
namun masih memiliki keterikatan dengan bentuk atau rupa.
Arupadhatu (bagian tiga tingkat di atasnya) di mana pada
bagian ini patung Budha diletakan pada sebuah stupa yang berlubang dan memiliki
arti manusia telah terbebas dari hawa nafsu, bentuk dan rupa.
Arupa (Bagian yang paling atas) pada bagian ini merupakan
sebuah nirwana (tempat Budha bersemayam).
0 Response to "Sejarah Pembangunan Candi Borobudur Lengkap dan Asal Usul"
Posting Komentar