5 Makanan Unik dan Menarik Khas Kudus Jawa Tengah
1. Soto Kudus
Makanan satu ini sudah terkenal sejak lama. Namun, banyak
orang yang belum mengetahui versi Soto Kudus yang sebenarnya yaitu menggunakan
daging kerbau namun ada juga yang menggunakan daging ayam. Dahulu kala ketika
Sunan Kudus tiba di Kudus beliau membuat larangan menyembelih sapi untuk
menghormati penduduk asli Kudus yang mayoritas beragama Hindu.
Budaya ini masih ada sampai sekarang meskipun beberapa orang
sudah berani menyembelih sapi saat Idul Adha dengan alasan sudah tidak ada
orang Hindu di Kudus. Selain daging yang digunakan, isian lainnya juga berbeda.
Jika Soto Semarang menggunakan tambahan soun dan telur ayam, Soto Kudus hanya
kecambah, daun bawang, dan seledri.
2. Lentog Tanjung
Lentog Tanjung adalah makanan khas Kabupaten Kudus yang
jarang ditemui di luar daerah asalnya. Lentog yang berarti lontong dan Tanjung
yang berarti desa Tanjungkarang daerah asal makanan ini. Kuliner ini banyak di
cari sebagai sajian sarapan. Di Kabupaten Kudus terdapar sentra penjualan
Lentog Tanjung yaitu di sebelah Utara simpang lima jalan lingkar Tanjungkarang.
Setiap hari libur kawasan tersebut dipadati pengunjung yang
tidak hanya dari Kudus tetapi juga dari luar kota. Makanan ini hanya terdiri
dati lontong yang diiris kecil-kecil, lodeh tahu, dan sayur nangka muda yang
ditambah dengan sambal cair. Selain jarang ditemui di luar Kudus, keunikan
makanan ini ada pada lontongnya yang besarnya hampir sebesar paha orang dewasa.
3. Parijoto
Yang satu ini bukan makanan olahan melainkan buah unik dari
lereng Muria. Buah ini hanya tumbuh subur di lereng Gunung Muria saja sehingga
banyak wisatawan yang membelinya sebagai oleh-oleh khas Gunung Muria Kabupaten
Kudus. Parijoto juga diabadikan sebagai motif batik Kudus.
Konon katanya buah ini dapat membuat anak dalam kandungan
menjadi cantik dan tampan. Biasanya ibu hamil memakan buah ini pada usia
kandungan menginjak lima bulan namun ada juga yang memakannya saat usia
kandungan baru dua atau tiga bulan.
Dikarenakan rasanya yang asam dan agak getir, buah ini
biasanya dijadikan sebagai rujak atau direbus dahulu sebelum dikonsumsi. Buah
dengan nama latin Medinella speciosa L. ini secara medis sebenarnya memiliki
kandungan bahan kimia saponin dan kardenolin pada daun dan buahnya, sedangkan
pada buahnya mengandung flavonoid dan daunnya mengandung tannin yang berkhasiat
sebagai obat sariawan dan obat diare. Anda tertarik untuk memperbaiki
keturunan? Silahkan coba buah Parijoto ini.
4. Lepet
Lepet berasal dari kata “lepat” atau “luput” dalam Bahasa
Jawa yang artinya kesalahan. Hidangan ini sering dibuat pada lebaran ketupat
atau hari ke tujuh Idul Fitri. Makanan ini terbuat dari beras ketan dan kelapa
parut yang dibungkus menggunakan daun kelapa lalu direbus. Biasanya isi lepet
ditambah dengan Kacang Tolo namun sekarang sudah dikreasikan dengan ditambah
nangka atau pisang sesuai selera. Uniknya ada cerita di balik makanan ini.
Orang yang lebih muda mengirimkan Lepet ini bersama Ketupat ke rumah keluarga
yang lebih tua, misalnya ibu.Makanan ini digunakan sebagai simbol permintaan
maaf maka disebut Lepet.
5. Nasi Pindang
Lagi-lagi makanan khas Kabupaten Kudus berasal dari lereng
Gunung Muria, tepatnya di Desa Colo. Nasi Pindang adalah nasi dengan irisan
daging dan daun melinjo yang diguyur kuah santan. Daging yang digunakan adalah daging
kerbau seperti pada Soto Kudus. Hidangangan ini dahulu hanya ada di acara
hajatan namun seiring dengan berkembangnya zaman Nasi Pindang sudah dijual
bebas di Kabupaten Kudus. Nasi Pindang mempunyai kemiripan dengan Rawon Jawa
Timur, hanya saja kuah santan yang dicampur keluak dan daun melinjo yang
menjadikannya istimewa.
0 Response to "5 Makanan Unik dan Menarik Khas Kudus Jawa Tengah"
Posting Komentar