RUPIAH JADI MATA UANG TERBAIK NOMOR 2 DI DUNIA
Meski sempat terkena sentimen negatif di paruh akhir tahun
2018, rupiah berhasil mempertahankan stabilitasnya dan menjadi mata uang
terbaik kedua di dunia dalam segi performa.
Ini berdasarkan data terkini mata uang dengan performa
terbaik di dunia versi Bloomberg. Mata uang dari Asia Tenggara berhasil meroket
lebih dari 5 persen dan menjadi yang terkuat di dunia dalam setengah tahun
terakhir.
Mata uang rupiah berada di peringkat runner-up dengan
pertumbuhan hampir 2 persen. Peringkat pertama dipegang baht dengan pertumbuhan
melewati 5 persen.
Baht berhasil meninggi berkat cadangan devisa Thailand
sebesar USD 207 miliar, surprus neraca berjalan, dan dolar yang melemah. Pada
tahun ini pun baht diprediksi akan tetap kuat.
Sementara, rupiah kini kian menguat dan sempat di bawah Rp
14.000. Pada akhir tahun lalu, rupiah pernah menyentuh Rp 15.000.
Pada grafik itu, rupiah terlihat lebih kuat dari mata uang
Jepang, Filipina, Kamboja, dan Korea Selatan. Sementara, mata uang Malaysia dan
Turki tidak masuk 10 besar.
Beralih ke pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 yang “muram”,
menurut laporan Bank Dunia di laporan Darkening Skies, tahun ini pertumbuhan
ekonomi Indonesia akan stabil di 5,2 persen, namun Thailan diprediksi melambat
jadi 3,8 persen.
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
(AS) bergejolak lantaran penguatan dan pelemahan terjadi dalam waktu singkat
pada awal 2019.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berharap fluktuasi nilai
tukar rupiah terhadap dolar AS tidak akan terlalu tajam pada 2019. Ini sebab
naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tersebut dinilai akan
merepotkan para pengusaha yang juga merupakan nasabah BCA.
Direktur BCA, Henry Koenaifi mengatakan, selama nilai tukar
rupiah tidak mengalami penguatan dan pelemahan yang ‘gila-gilaan’, pengusaha
masih akan aman dan nyaman dalam menjalankan usahanya.
“Pengusaha itu yang paling penting naik dan turunnya rupiah
tidak gila-gilaan. Yang paling penting itu, misalnya dari Rp14.100 lalu turun
ke Rp 12.100, terus nanti ada goncangan naik lagi ke Rp 14.000 lagi. Ini
melambung banget,” kata Henry saat ditemui di Menara BCA Jakarta, seperti
ditulis Kamis, 10 Januari 2019.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD)
bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis 10 Januari 2019. Pagi ini, rupiah
dibuka di level 14.048 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan
kemarin di 14.125 per USD.
Mengutip data Bloomberg, rupiah kemudian bergerak melemah
usai pembukaan. Tercatat, rupiah sempat menyentuh level 14.099, tapi kembali
menguat dan saat ini nilai tukar berada di 14.077 per USD.
0 Response to "RUPIAH JADI MATA UANG TERBAIK NOMOR 2 DI DUNIA"
Posting Komentar