Masuk Puber, Orangtua Perlu Tahu 5 Tanda Depresi pada Remaja
Depresi bukan hanya dialami oleh orang dewasa saja, nyatanya
saat memasuki usia pubertas, anak remaja pun rentan mengalami depresi. Remaja
yang mengalami depresi biasanya disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor
lingkungan, faktor keluarga, bahkan pergolakan dalam dirinya sendiri bisa
menyebabkan seorang remaja mengalami depresi atau tekanan. Ya, biasanya masa
remaja adalah masa ketika banyak sekali pergolakan batin atau masa-masa sulit dalam
menentukan suatu pilihan bagi dirinya sendiri. Baca juga: Pengaruh Sosial Media
pada RemajaBukan berarti setiap anak mengurung diri di kamar atau menghadapi
mood yang berubah artinya anak mengalami depresi. Mood yang sering berubah atau
mudah tersinggung sebenarnya merupakan hal yang sering terjadi pada usia
remaja. Namun, sebaiknya ibu mengetahui tanda-tanda yang menjadi ciri seorang
anak remaja mengalami depresi agar segera diatasi.
1. Kehilangan Minat pada Hal-hal yang Menjadi Kesenangannya
Jika biasanya anak suka bermain bola atau bermain musik,
tapi tiba-tiba anak terlihat murung dan mulai bosan dengan apa yang menjadi
kesenangannya dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya ibu mencari tahu penyebab
anak kehilangan minat pada hal yang menjadi kesenangannya. Sebab, bisa jadi ini
merupakan tanda awal dari depresi.
2. Anak Terlihat Lebih Sering Murung
Ibu jangan lupa untuk tetap memperhatikan tingkah laku dan
mood anak yang memasuki usia remaja. Mengalami perubahan suasana hati dalam
jangka waktu yang cukup jarang mungkin merupakan hal yang wajar dialami oleh
seorang remaja. Namun, jika anak remaja terus menerus terlihat murung dan
meluapkan emosinya dengan berlebihan, ibu bisa bertanya pada anak apa yang
menjadi masalah. Karena, ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa anak remaja
mengalami depresi.
3. Menarik Diri dari Orang Lain, Bahkan Keluarga
Selain terlihat murung, perhatikan anak apakah dia masih
sering bersosialisasi seperti biasa atau ada perubahan dalam lingkungan.
Biasanya, anak yang mengalami gejala depresi akan menarik diri dari orang lain,
bahkan dari keluarganya sendiri. Biasanya, depresi yang dirasakan anak remaja
juga akan mengubah segala aktivitas yang biasanya dilakukan. Selain menarik
diri, biasanya remaja yang mengalami depresi akan malas melakukan aktivitas
yang melibatkan orang banyak seperti sekolah dan malas berteman.
4. Tidak Nyaman dengan Dirinya Sendiri
Saat ibu memiliki anak remaja yang merasa bahwa dirinya
tidak berharga dan tidak memiliki harapan, sebaiknya dampingi anak agar
mendapatkan kembali rasa percaya diri dalam dirinya. Biasanya, anak yang
mengalami depresi tidak akan memiliki rasa kepercayaan diri dalam dirinya. Anak
akan membicarakan dirinya dengan nada yang sinis dan komentar yang cukup kritis
terhadap diri mereka sendiri.
5. Terlibat dalam Kegiatan atau Perilaku yang Beresiko Tinggi
Wajar jika seorang remaja memiliki rasa penasaran yang cukup
tinggi terhadap hal-hal tertentu. Namun, jika ibu sudah mengingatkan dan anak
melakukan kegiatan dengan risiko yang cukup tinggi untuk masa depannya,
sebaiknya dekati anak dan ajak berbicara agar dia merasa diperhatikan dan
diperlukan dalam lingkungannya.
0 Response to "Masuk Puber, Orangtua Perlu Tahu 5 Tanda Depresi pada Remaja"
Posting Komentar