Pengaruh Mimpi Buruk Terhadap Kondisi Psikologis
Pernahkah kamu mengalami mimpi buruk? Mimpi jatuh ke jurang,
ada anggota keluarga yang meninggal, ataupun dikejar oleh sesuatu yang
menakutkan? Mimpi buruk biasanya terjadi di malam hari ketika kamu tertidur
dalam jangka waktu yang cukup lama. Orang yang baru saja mengalami mimpi buruk
biasanya akan terbangun karena perasaan cemas, takut, bahkan jadi tidak bisa
tidur lagi. Orangtua atau pasangan mungkin akan menenangkan kamu dengan
mengatakan bahwa itu hanya sekedar mimpi.
Namun, apakah benar mimpi buruk tidak berpengaruh apa-apa
terhadap diri kita? Nyatanya, mimpi buruk bisa memengaruhi kondisi psikologis
seseorang, lho. Simak penjelasannya di sini.Dibanding orang dewasa, mimpi buruk
lebih sering dialami oleh anak-anak berusia antara 3–6 tahun. Mimpi buruk
muncul saat anak sudah memasuki fase tidur bermimpi atau pada fase REM (rapid
eye movement).
Anak-anak yang mengalami mimpi buruk biasanya dapat
terbangun sendiri dan mengingat kembali mimpi yang dimilikinya. Sebenarnya
kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan, karena mimpi buruk pada anak biasanya
tidak mengganggu.
Namun, bila mimpi buruk diduga terjadi akibat pengalaman
masa lalu yang tidak menyenangkan dan muncul berulang kali dengan tema yang
sama, maka orangtua sebaiknya memeriksakan kondisi anaknya ke dokter. Salah
satu cara untuk mengatasi mimpi buruk yang dialami anak adalah dengan
membangunkan anak 15 menit sebelum waktu terjadinya episode setiap malam selama
7 hari.
Bagaimana Mendampingi Anak yang Mengalami Trauma atau
DepresiTidak hanya terjadi pada anak-anak, orang dewasa juga bisa mengalami
mimpi buruk. Mimpi buruk pada orang dewasa bisa dikatakan sudah berbahaya bila
sampai menyebabkan gangguan tidur, stres, dan mimpi buruk terjadi secara rutin.
Bila mimpi buruk yang kamu alami sampai mengganggu aktivitasmu sehari-hari,
sebaiknya segera bicarakan dengan dokter atau psikiater.
Dampak Mimpi Buruk Terhadap Kesehatan Psikologis
Walaupun kebanyakan mimpi buruk tidak mengganggu, tapi bila
terlalu sering terjadi, mimpi buruk juga berpotensi menyebabkan gangguan
psikologis pada pengidapnya. Biasanya, seseorang bisa sampai mengalami mimpi
buruk yang mengganggu karena adanya peristiwa traumatis yang pernah dialami di
masa lalu.
Berikut dampak mimpi buruk terhadap psikologis pengidapnya:
1. Stres
Dalam beberapa kasus, mimpi buruk yang dialami mungkin tidak
terlalu menyeramkan. Namun, si pemimpi tetap saja akan terbangun dengan
perasaan stres dan tertekan. Bila mimpi buruk terjadi setiap malam, maka hal
ini bisa membuat pengidapnya berusaha untuk menghindari tidur, sehingga
akhirnya pengidap akan mengalami insomnia.
Baca juga: Susah Tidur? Ini Cara Mengatasi Insomnia
2. Gangguan Kecemasan
Mimpi buruk juga bisa menyebabkan gangguan kecemasan atau
anxiety disorder pada orang yang mengalaminya. Pengidap akan merasa ketakutan
setiap kali terbangun atau menjelang tidur. Pengidap juga bisa merasa takut
saat lampu dimatikan atau ketika di malam hari. Baca juga: 5 Gangguan
Kepribadian dengan Rasa Cemas Berlebihan
3. Gangguan Bipolar dan Skizofrenia
Pada beberapa kasus, mimpi buruk bisa mengakibatkan gangguan
kesehatan mental, seperti bipolar dan skizofrenia. Rata-rata manusia hanya
mengalami mimpi buruk, setidaknya satu kali dalam seminggu. Namun, bila mimpi buruk
sampai terjadi selama beberapa hari berturut-turut, kondisi ini tentunya akan
memengaruhi kondisi otak pengidap, sehingga akhirnya menyebabkan terjadinya
gangguan mental tersebut.
Cara Mengatasi Mimpi Buruk
Jadi, bila mimpi buruk yang kamu alami sudah cukup
mengganggu aktivitas dan kesehatanmu, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk
mendapatkan pengobatan yang tepat. Mimpi buruk sebaiknya tidak dibiarkan saja
dan segera ditangani sebelum mengganggu kondisi kesehatan mentalmu. Untuk
mengatasi mimpi buruk yang diakibatkan oleh masalah psikologi, seperti gangguan
kecemasan atau stres, dokter biasanya akan menyarankan konseling atau membantu
pengidap melalui teknik-teknik pereda stres. Begitu pula dengan mimpi yang
disebabkan oleh trauma, dokter dapat menyarankan pengidap untuk melakukan
terapi citra atau image rehearsal therapy (IRT) yang mampu mengurangi frekuensi
mimpi buruk. Namun, bila mimpi buruk terjadi karena efek samping obat-obatan
tertentu, maka kamu sebaiknya membicarakan kembali kepada dokter yang
meresepkannya agar diberikan obat alternatif.
0 Response to "Pengaruh Mimpi Buruk Terhadap Kondisi Psikologis"
Posting Komentar